My Passion

My Passion

3 août 2012

Review Jumat, 3 Agustus 2012


Pada hari ini, Jumat, 3 Agustus 2012, diadakan acara interaksi PPAB MTI 2011 yang keempat. Pertemuan kali ini tidak seperti biasanya. Awalnya semua berjalan normal. Acara dimulai pukul 07.30  dan bertempat di parkiran GSG. Seperti biasa, kami mulai berkumpul terlebih dahulu di selesar gedung PLN. Setelah mengecek spek, membagikan biscuit, dan mempersiapkan hal-hal lainnya, kami pun dimobilisasi ke parkiran GSG oleh seorang pendahulu.

Di parkiran GSG, panitia PPAB MTI telah standby di posisi. Kami pun melakukan kegiatan baris-berbaris dengan membentuk shaft dan merapikan barisan dalam hitungan tertentu. Setelah itu kami melakukan pengecekan kuorum. Sebagaimana kita ketahui bahwa batas minimum kedatangan peserta tiap interaksi ialah 161 orang, tetapi ternyata hari ini yang hadir hanya sekitar 136 orang dengan keadaan ada beberapa orang yang tidak diketahui kabarnya atau alasannya atas ketidakhadirannya di interaksi kali ini. Lalu danlap pun membubarkan acara. Interaksi dibatalkan dan panitia diminta untuk meninggalkan tempat. Kami sudah mencoba melakukan interupsi, namun semua interupsi ditolak oleh danlap.

Kami pun memutuskan untuk berkumpul di depan KBL. Disana kami sempat membicarakan tentang kuorum tersebut, kabar yang sakit, dan mencari informasi teman-teman yang tidak ada kabar. Lalu ada 2 orang MTI ’09 yang mendatangi kami dan member nasihat serta mengajak sharing. Di situ kami diyakinkan akan pentingnya masa kaderisasi. Kami juga diajak untuk refleksi mengapa selama ini kehadiran peserta selalu tidak memenuhi batas minimum, dll. Pada akhirnya, setelah berhasil mendatangkan beberapa teman, jumlah kamipun bertambah menjadi sekitar 140an orang.

Kami pun kembali ke GSG dan melanjutkan acara. Setelah melakukan cek spek, acara selanjutnya ialah Formen atau forum mentor. Disana mentor mengajak kami untuk terbuka dan menyampaikan oeandangan ataupun keluh-kesah kami selama menjalankan rangkaian PPAB. Selanjutnya,  kami dimobilisasi ke ruang PTI. Disana kami mempresentasikan presentasi yang telah kami buat, yaitu tentang isi di bidang industry. Setiap kelompok memilih bidang industry yang berbeda dan presentasi yang tampilkan sangat menarik dan menambah wawasan, meskipun tidak semua kelompok mendapat kesempatan untuk menampilkan presentasinya.

Akhirnya kami kembali dikumpulkan di parkiran GSG. Dari pembicaraan ini, kami mencatat beberapa poin penting yaitu bagaimana agar semua peserta bisa datang ke PPAB, pertanggungjawaban akan adanya matrikulasi, pemantapan materi yang selama ini telah dibarikan melalui interaksi, dan pemilihan ketua angkatan. Lalu interaksi pun akhirnya selesai.

Review Kamis, 2 Agustus 2012


Pada hari ini, Kamis, 2 Agustus 2012, kembali diadakan interaksi PPAB MTI 2012. Jarkom untuk interaksi kali ini cukup mendadak. Seperti biasa, kami berkumpul di selasar PLN sebelum interaksi dimulai. Di sini kami membagikan biscuit (yang dibeli untuk satu angkatan), pita identitas, name tag, serta saling melengkapi dan mengecek spek antarangkatan 2011. Lalu secara sporadic kami pun melakukan mobilisasi ke Gedung Teknik Industri lantai 3.

                Sesampainya di dalam ruangan, ternyata kami masih dinyatakan terlambat sekitar 10 menit. Setelah itu kami melakukan pengecekan kuorum serta cek spek. Kuorum untuk setiap interaksi seharusnya 161 orang, tetapi total peserta yang datang hari ini hanya 132 orang. Berarti kami tidak mencaoai kuorum, dan PJ Kuorum ( Novan dan Andre) harus melakukan konsekuensi berupa push up sebanyak dua seri (20 kali push up). Kegiatan selanjutnya ialah cek spek. PJ spek untuk pertemuan kali ini ialah Andi Dananto. Setelah melakukan serangkaian cek spek, ternyata masih terdapat 16 orang yang tidak membawa spek dengan lengkap. Sesuai dengan perjanjian antara PJ dan pendiklat, PJ akan dikenai push up sebanyak satu seri untuk setiap orang yang tidak membawa spek dengan lengkap, yang berarti Andi harus turun 160 kali push up.

                Akhirnya kami memasuki sesi materi. Materi yang diberikan kali ini ialah 7 Tools oleh ka Bintang dan Ka Tafta (MTI ’09). Seven Tools merupakan alat yang memudahkan kita dalam melakukan quality control. Quality control ini perlu dilakukan agar proses produksi barang dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien, serta menghasilkan output yang maksimal. Seven Tools terdiri dari Flowchart, Control Chart, Fish bone chart, scatter plot, histogram, check sheet, dan pareto chart.
*Keterangan dan penjelasan lebih lanjut telah dibuat pada paper 7 Tools*
Setelah itu kami pun diberikan contoh studi kasus dan bagaimana memecahkan kasus serta mencari solusi dengan metode 7 Tools. Tools yang digunakan yaitu Fish Bone dan Scatter Plot.

                Acara dilanjutkan dengan presentasi kasus sederhana yang terjadi di kawasan ITB oleh masing-masing kelompok. Pada kasus yang diajukan, kami harus mencari solusinya dengan menggunakan metode yang telah tersedia di 7 tools. Sesi presentasi diikuti juga dengan sesi pertanyaan oleh kakak MTI ’09.

                Akhrinya, kami kembali dimobilisasi ke gedung Teknik Industri. Disana kami diberikan tugas-tugas  dan mendapat tegoran atas tugas kami yang masih dianggap lalai oleh kakak Litbang. Sebelum kami dibubarkan, kami sempat diajak berdiskusi tentang masalah angkatan kami yang seringkali melalaikan tugas. Gelaja, penyebab, serta solusi kami cari dengan metode Fish Bone.

2 août 2012

Visi Misi Hidup


Visi Hidup            : Menjadi seorang pengusaha terkemuka di bidang fashion yang berbasis kebudayaan Indonesia dan turut andil dalam mencerdaskan wanita Indonesia.

Penjelasan          : Menjadi seorang pengusaha di bidang fashion merupakan salah satu cita-cita saya, dimana saya dapat menjadi wanita yang produktif dan inovatif. Fashion atau mode juga merupakan passion saya. Jadi alangkah menyenangkannya jika dapat menjalankan hobi sekaligu menghasilkan uang. Saya juga ingin mengedepankan kebudayaan Indonesia dalam bisnis saya karena keprihatinan saya akan kebudayaan local yang semakin dilupakan oleh masyarakatnya sendiri khususnya oleh generasi muda sebagai generasi penerus. Ini juga merupakan ajang pembuktian bahwa kebudayaan nusantara tidak kalah kompetitif dengan budaya barat. Selain itu, perhatian saya juga terarah pada kaum hawa. Wanita sebagai seorang ibu yang nantinya melahirkan anak-anak generasi penerus bangsa haruslah memiliki modal pengetahuan, pendidikan, atau setidaknya keterampilan yang cukup untuk menjadi bekal bagi anak-anaknya. Saya berharap dapat mencapai visi hidup saya dan dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat Indonesia akan kebudayaannya yang selanjutnya akan menjadi langkah preventif dari punahnya kebudayaan Indonesia.

Misi Hidup           :
1.       Memperbanyak network / jaringan
Perluasan network dapat dilakukan dengan banyak cara seperti, dengan aktif mengikuti organisasi atau kepengurusan semasa kuliah dan terlibat dalam event diluar kampus contohnya acara amal atau perlombaan.  
2.       Menyelesaikan pendidikan minimum Strata Dua di Perancis
Dengan setidaknya menyelesaikan pendidikan S2 berarti saya telah memiliki bekal teori yang tergolong cukup sebagai modal awal di bidang kewirausahaan. Saya juga memilih melanjutkan studi ke Perancis (selain karena obsesi pribadi) karena Perancis sebagai pusat mode dunia telah memiliki riwayat yang panjang dibidang mode dan fashion tentunya akan memberikan pelajaran secara implicit akan perkembangan mode dunia. Selain itu tentunya akan menunjang misi pertama saya.
3.       Memiliki keterampilan lain
‘Keterampilan lain’ mungkin masih terdengar absurd, tetapi saya menggunakan kata ‘lain’ dengan makhsud bahwa saya tidak membatasi keterampilan ataupun capability apa saja yang nantinya hendak saya ambil. Keterampilan lain yang saya makhsud bisa jadi dalam bidang bahasa, atau bidang fashion design, nail art, fotografi, bermain alat music atau pun bidang lainnya. Hal ini dapat dicapai dengan mengikuti pendidikan non-formal (les, seminar, dsb) karena semakin banyak keterampilan (pengetahuan) yang dimiliki maka akan semakin menambah pengalaman dan mengasah kemampuan untuk berinovasi  dan insting dalam memulai berwirausaha.
4.       Modal materil dan pengalaman
Modal dalam bentuk uang merupakan modal yang crucial dalam memulai suatu usaha. Modal ini dapat dicapai dengan memulai karir dengan bekerja di perusahaan lain yang tentunya memiliki korelasi dengan bidang yang saya geluti selama jangka waktu tertentu. Dengan  bekerja untuk orang lain tentunya selain bisa menabung, juga dapat menambah pengalaman saya akan dunia bisnis serta mengasah kemampuan leadership yang sudah seharusnya dimiliki seorang entrepreneur. Pengalaman ini tentunya akan menjadi bekal yang sangat berharga untuk mencapai tujuan saya kedepannya.
5.       Memperdalam wawasan mengenai kebudayaan Indonesia
Berkenaan dengan visi saya yang hendak mengedepankan kebudayaan Indonesia di bidang fashion, tentunya menuntuk saya untuk tahu lebih dalam mengenai kebudayaan Indonesia itu sendiri. Pengetahuan ini tidak melulu harus dilakukan di institusi pendidikan formal, tetapi dapat dilakukan dengan terbagai cara yang lebih menyenangkan seperti membaca buku tentang topic tersebut, searching di internet, melakukan kajian, ataupun dengan berwisata ke daerah-daerah tersebut dimana saya bisa terjun langsung ke dalam komunitas masyarakatnya, berdialog dengan pemangku adatnya, serta mempelajari secara langsung hal-hal yang dapat menjadi inspirasi untuk mengangkat / menerapkan kebudayaan khas Indonesia ke dalam busana fashion yang dipakai masyarakat luas.
6.       Membuat tempat pelatihan gratis untuk wanita dengan keadaan ekonomi menengah kebawah serta di daerah terpencil
Pelatihan yang dimakhsud lebih mengarah kepada keterampilan-keterampilan yang dapat digunakan untuk membantu memandirikan kaum hawa di bidang financial. Keterampilan ini bisa dalam bentuk kursus menjahit, mendaur sampah menjadi hiasan / mainan, kursus mengetik, dan lain sebagainya.


*maaf atas keterlambatan, lupa di post kan*

1 août 2012

Review Senin, 1 Agustus 2012


Pada hari Rabu, 1 Agustus 2012, diadakan interksi yang pertama dalam rangkaian kegiatan PPAB MTI 2012. Saya tidak datang pada pertemuan hari ini dikarenakan sakit maag yang kambuh. Tapi berdasarkan review yang diceritkan teman-teman saya, kami berkumpul terlebih dahulu di selasar PLN untuk cek spek dan elengkapi tugas. Tetapi sayangnya kami jadi terlambat datang ke GSG, yaitu sekitar pukul 07.35 atau terlambat 5 menit.
Acara kami awali dengan melakukan cek spek.  Ternyata masih banyak dari kami yang tidak lengkap membawa spek. Setelah cek spek, kami pun melakukan pengecekan kuorum. Kuorum yang ditentukan pada pertemuan ini adalah 161 orang, tetapi ternyata peserta yang datang hari ini tidak mencapai kuorum, yaitu hanya 154. Kamipun memilih PJ spek yaitu Andi Dananto dan PJ kuorum Novan Putra.
Kami dimobilisasi ke suatu ruangan di gedung Teknik Industri lantai 3. Disana kami diberikan seminar / talkshow tentang tujuan hidup oleh Kak M. Rihan Handaulah El ’04. Judul talkshow nya adalah A Purpose Driven Life. Berdasarkan penjelasan Kak Ridhan, terdapat 3 macam orang di dunia. Lalu kami juga diberi penjelasan akan bagaimana kiat-kiat memiliki tujuan yng puncaknya adalah Ultimate Goal. Ultimate Goal merupakan irisan dari value, passion, dan challange opportunity. Dalam membuat palnning atau perencnaan, kita perlu memperhatikan 3 poin penting, yaitu rencana yang buruk ialah rencana yang tidk dieksekusi, harus okus pada tujuan, fleksibel dalam jalannya, dan yang terakhir harus syukur dan sabar.
Setelah itu, kami dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membuat SWOT. SWOT merupakan singkatan dari Strength Weakness Opportunity Threat. SWOT yang kami uat merupakan refleksi dari  diri kami. Kami juga membuat strategi untuk meningktkan strength serta untuk mengurangi weakness kita.
Setelah break, kami melanjutkan kegiatan dengan memnuat time capsule. Time capsule ini merupakan rangkian hal yang ingin kita lakukan untuk menggapai visi hidup kita selama 20 tahun ke depan.
Acara interaksi inipun ditutup dengan pemberian tugas dan berakhir sekitar pukul 16.00

SWOT dan TOWS


SWOT
STRENGTHS
WEAKNESSES
1)      Supel / mudah bergaul
2)      Mudah menangkap / quick learner
3)      Positive thinking
4)      Open minded
5)      Dapat memanage emosi dengan baik
1)      Suka menunda pekerjaan
2)      Kadang tidak on time
3)      Sulit menolak suatu tawaran
Opportunities
Threats
1)      Kuliah di ITB
2)      Lingkungan dan teman-teman yang suportif
3)      Anggota unit Apres! dan Ubala
1)      Orang tua yang suka terlalu khawatir
2)      Kesehatan yang tidak terlalu baik / mudah sakit
3)      Adwal kegiatan yang seringkali bentrok

TOWS

Strength
Weakness
Opportunity
S1O1 perbanyak jaringan
S2O1 belajar dengan efektif agar dapat mengalokasikan waktu untuk kegiatan lain
S4O3 aktif di kegiatan unit
S4O1 mengikuti oprec atau keorganisasian yang diadakan di ITB
W1O2 meminta teman untuk mengingatkan deadline tugas
O2 pasang alaram pengingat agar tidak terlambat
Threat
S3T1 jelaskan sisi positif dari setiap kegiatan agar diberi izin
W1T3 buat skala prioritas dan jadwal untuk time management